Berita Desa

Mahasiswa KKN Universitas Hamzanwadi melakukan Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Menjadi Arang Briket di Desa Arang selatan "Mengubah sampah menjadi berkah, Wujudkan desa rarang selatan mandiri energi "

Desa Rarang Selatan, 23 mei 2026 - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hamzanwadi melaksanakan kegiatan sosialisasi pemanfaatan limbah menjadi arang briket di Desa Rarang Selatan sebagai salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan. Mengusung tema "Mengubah Sampah Menjadi Berkah, Wujudkan Desa Rarang Selatan Mandiri Energi", kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi sekaligus mendorong masyarakat agar mampu mengolah limbah menjadi sumber energi alternatif yang bermanfaat.

Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh pemerintah desa, tokoh masyarakat, kelompok pemuda, serta warga Desa Rarang Selatan yang antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Dalam pemaparannya, Pemateri menjelaskan bahwa limbah organik seperti tempurung kelapa, serbuk gergaji, sekam padi, dan limbah pertanian lainnya memiliki potensi besar untuk diolah menjadi arang briket yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti kayu bakar maupun LPG.

Selain memberikan materi mengenai manfaat arang briket, mahasiswa KKN juga memperkenalkan tahapan pembuatannya, mulai dari proses karbonisasi bahan baku, penghancuran arang, pencampuran dengan perekat alami, pencetakan, hingga proses pengeringan. Melalui demonstrasi tersebut, masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih praktis sehingga diharapkan mampu memproduksi arang briket secara mandiri dengan memanfaatkan limbah yang tersedia di lingkungan sekitar.

Pemanfaatan limbah menjadi arang briket tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi pencemaran lingkungan akibat penumpukan sampah, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Produk arang briket memiliki nilai jual yang cukup tinggi serta permintaan pasar yang terus meningkat karena dikenal lebih ramah lingkungan, memiliki daya bakar yang lebih lama, dan menghasilkan asap yang relatif lebih sedikit dibandingkan bahan bakar konvensional.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Hamzanwadi berharap masyarakat Desa Rarang Selatan dapat mengubah cara pandang terhadap limbah, dari sesuatu yang tidak bernilai menjadi sumber daya yang memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan. Semangat gotong royong serta inovasi dalam memanfaatkan potensi desa diharapkan mampu menjadi langkah awal menuju desa yang mandiri dalam pengelolaan energi berbasis sumber daya lokal.

Program sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen mahasiswa KKN Universitas Hamzanwadi dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat. Dengan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan Desa Rarang Selatan mampu menjadi contoh desa yang berhasil mengubah limbah menjadi berkah, sekaligus mewujudkan cita-cita sebagai desa mandiri energi yang lebih bersih, produktif, dan sejahtera.

Beri Komentar